Black Market ( HaKI )

HAKI
Assalamu’alaikum wr.wb

Pada kesempatan ini saya Brilian dari kelas X-1 SMAIT Nur Hidayah akan menjelaskan pengertian Hak atas Kekayaan Intelektual atau bisa disebut HAKI dan berbagai macam contoh pelanggaran HAKI tersebut .

langsung saja kita masuk kepada pokok inti dari tujuan postingan ini tanpa banyak basabasi , yang saya akan bahas pada postingan ini adalah tentang masalah BLACK MARKET . Istilah black market diterjemahkan sebagai pasar gelap oleh kamus “English-Indonesia” yang kami akses dari situs kamus.ugm.ac.id. suatu perdagangan yang dilakukan di pasar gelap, artinya dilakukan di luar jalur resmi sebab melanggar hukum.
Mahkamah Agung juga menggunakan istilah black market untuk menyebut suatu perdagangan yang tidak resmi.


Cakupan istilah pasar gelap ini cukup luas, selama perdagangan tersebut melanggar hukum dan dilakukan di luar jalur resmi, maka dapat disebut sebagai suatu pasar gelap. Misalnya, barang (telepon selular) yang diperdagangkan tersebut merupakan hasil pencurian, penyelundupan, atau tidak dilengkapi perizinan untuk dapat diperdagangkan, sehingga melanggar suatu ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dasar dari terjadinya jual beli adalah perjanjian jual beli. Salah satu syarat sahnya perjanjian adalah adanya sebab yang halal yakni sebab yang tidak bertentangan dengan undang-undang, kesusilaan, maupun dengan ketertiban umum
Sehingga, jika telepon selular yang diperdagangkan itu diperoleh dari hasil pencurian, penyelundupan, penadahan atau diperoleh dengan cara-cara lain yang melanggar undang-undang, dapat dikatakan jual beli tersebut tidak resmi/tidak sah dan terhadap pelakunya dapat dijerat dengan pasal-pasal pemidanaan .
Selain itu, telepon selular termasuk  produk telematika  . Definisi produk telematika adalah sebagai berikut:

Produk telematika adalah produk dari kelompok industri perangkat keras telekomunikasi dan pendukungnya, industri perangkat penyiaran dan pendukungnya, industri komputer dan peralatannya, industri perangkat lunak dan konten multimedia, industri kreatif teknologi informasi, dan komunikasi.
Telepon selular, menurut ketentuan merupakan salah satu produk yang wajib dijual dengan disertai kartu jaminan/garansi purna jual dalam Bahasa Indonesia. Jika tidak di sertai dengan kartu jaminan maka bisadi sebut sebagai benda BM ( black market )
Dari uraian di atas, dapat kiranya disimpulkan bahwa penjualan telepon selular di pasar gelap atau tanpa garansi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan adalah pelanggaran HaKI.

pada postingan ini saya akan memberikan kepada kalian semua yang telah mengunjungi postingan ini bonus yaitu pengertian mendalam HaKI .

HAKI(Hak atas Kekayaan Intelektual) antara lain hak yang tercipta dari hasil pikiran otak yang dapat menghasilkan suatu barang , jasa atau proses yang berguna untuk manusia .
HAKI juga memiliki arti yang lain sebagaimana adalah pengakuan yang di dasarkan hukum yang telah di berikan kepada suatu pemegang hak atas kekayaan intelektual yang di gunakan untuk mengatur / mengontrol penggunaan suatu gagasan dan ekspresi yang diciptakanya sendiri dalam jangka waktu tertentu , pada intinya haki digunakan untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual .
obyek yang di atur Haki adalah karya yang di ciptakan karena kemampuan intelektual manusia .
tujuan dari haki tersebut adalah mendapat kan keuntungan yang mudah . contoh nya saja , kita membajak suatu software original kemudian kita jual secara bebas , maka kita akan mendapatkan keuntungan yang lumayan .

HAKI dibagi menjadi hak yaitu :
1. Hak Cipta (copyright)

2. Hak Kekayaan Industri (Industrial Property Rights ), yang mencakup:
• Paten
• Desain Industri (Industrial designs)
• Merek
• Penanggulangan praktik persaingan curang (repression of unfair competition)
• Desain tata letak sirkuit terpadu (integrated circuit)
• Rahasia dagang (trade secret)

Di Indonesia badan yang berwenang dalam mengurusi HaKI adalah Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI.
Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual yang selanjutnya disebut Ditjen HAKI mempunyai tugas menyelenggarakan tugas departemen di bidang HaKI berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan Menteri.

Sekian dari saya , hanya ini saja yang bisa saya postingkan , maaf jika ada kesalahan” tulisan / sebagai nya . saya haturkan terimakasih pada kalian” semua yang datang ke postingan ini .
Muhammad Brilian Mubarok / X-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s